SUKOHARJO – Bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VI Jawa Tengah (Jateng), Komisariat II Surakarta, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, menyelenggarakan sosialisasi sertifikasi dosen (Serdos) 2018, Selasa (13/3/2018).

Sosialisasi yang dibuka langsung Koordinator Kopertis VI Jateng, Dwi Yuwono Puji (DYP) Sugiharto ini, selain dosen dari Univet Bantara, juga ada dosen dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain yang ikut hadir menjadi peserta.

“Tentunya kami berharap dengan sosialisasi ini dapat meningkatkan tenaga pengajar yang kompeten dan berkualitas,” kata Rektor Univet Bantara, Ali Mursyid usai membuka acara gedung H kampus setempat.

Serdos sesuai persyaratannya terang Rektor, baru bisa diikuti bagi dosen yang sudah memiliki jabatan fungsional akademik (Jafa). Adapun di Univet sendiri lanjutnya, sudah ada peningkatan jumlah dosen yang bersertifikasi.

“Alhamdulilah setelah dua tahun lalu kami melakukan program percepatan Jafa, itu effeknya luar biasa. Jadi setiap dosen diberi pendamping untuk mengevaluasi diri, apakah sudah memenuhi syarat atau belum untuk mengajukan Jafa,” terang Rektor

Dari penerapan program tersebut selama dua tahun, Rektor menyebut hingga kini presentasi jumlah dosen Univet Bantara yang telah bersertifat angkanya mencapai sekira 60 persen dari 106 dosen yang ada.

“Mudah – mudahan untuk tahun ini kami bisa memacu, dan biasanya Serdos itu ada daftar urutan kepangkatan. Kebetulan di Univet sendiri pangkat terendah pun sudah memenuhi syarat untuk ikut Serdos,” katanya

Sementara Koordinator Kopertis Wiayah VI Jateng, DYP Sugiharto menyampaikan, pentingnya Serdos selain akan mendapatkan insentif dari pemerintah, juga untuk memacu dosen dalam meningkatkan kualitas mengajar.

“Insentif ini diberikan oleh pemerintah tiap triwulan selama yang bersangkutan aktif mengajar hingga umur pensiun nanti,” jelasnya.

Kepada peserta sosialisasi, Sugiharto mengingatkan agar dalam menyusun Deskripsi Diri (DD) para dosen menghindari unsur plagiarisme ( meniru karya orang lain). Disebutkannya, banyak peserta Serdos yang gagal hanya karena persoalan ini.

“Meskipun itu pasangan suami – istri yang sama – sama dosen tapi jangan sekali – kali saling mencontek, karena itu pasti akan ketahuan. Ada parameternya. Kalau sudah menyangkut Serdos harus bisa pisah dulu,” tandasnya

Seperti diketahui, ketentuan Serdos diberikan bagi yang telah memiliki persyaratan antara lain, sudah mengabdi selama dua tahun atau mengajar minimal 12 sks, CV, deskripsi diri (DD), SK pengangkatan mengajar, absensi, serta ijazah S1, S2 dan S3.

Nantinya, berkas peryaratan diserahkan ke Pusat Peningkatan dan Jaminan Mutu (PPJM) untuk selanjutnya dilakukan proses seleksi berkas oleh tim asesor (*)

Berikan komentar