SUKOHARJO – Saat ini dunia perguruan tinggi tanah air sedang memasuki era Digital Disruption yakni era keterkejutan penggunaan teknologi digital. Berkembangnya teknologi ini menuntut perguruan tinggi dan segala civitas akademiknya harus belajar untuk lebih demokratis, tidak feodal.

Kampus tidak bisa lagi hanya fokus pada formalitas seperti akreditasi atau sekadar mengejar angka sertifikasi dosen. Hal yang lebih utama, adalah membangun budaya akademik sejalan dengan perkembangan jaman.

Rektor Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Ali Mursyid saat melantik 16 pejabat Biro, Badan dan Lembaga periode 2018 – 2022 di kampus setempat, Senin (12/2/2018) mengatakan, di era Digital Discruption perguruan tinggi luar negeri akan leluasa mencari mahasiswa baru dari Indonesia.

“Diantaranya ada yang menggunakan jalur membuka cabang langsung seperti yang akan digulirkan Menteri Pendidikan bahwa perguruan tinggi asing boleh buka cabang di Indonosia. Saat ini masih menunggu regulasinya seperti apa,” kata Rektor.

Di era ini, menurut Ali, sistem perkuliahan perguruan tinggi bisa dilakukan secara online. Mahasiswa tidak lagi berkwajiban hadir di kampus..

“Ini merupakan era membinggungkan bagi mereka yang tidak siap. Untuk itu kami sebagai intitusi perguruan tinggi harus siap dengan perangkat untuk proses pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online. Dalam satu semester ini sudah kami siapkan,” kata Rektor

Inti dari era Digital Disruption lanjutnya, setelah persiapan jaringan online adalah penguasaan Informasi dan Teknologi (IT). Maka menjadi suatu keharusan bagi seluruh pengajar di perguruan tinggi untuk mempelajari, menguasai dan menggunakannya.

Kualifikasi dosen juga dituntut harus mumpuni sesuai disiplin ilmunya. Sebagai intitusi perguruan tinggi yang tidak tergolong besar Univet Bantara menggulirkan program “Mencari Doktor” dimana para staf pengajar terutama yang muda – muda dipacu untuk meraih gelar S3 (Doktor).

“Untuk penguasaan IT, kami tidak terlalu khawatir karena dosen – dosen yang muda sudah sangat familiar dengan telnologi IT. Jadi jika regulasinya nanti sudah keluar maka kami sudah siap dengan perubahan zaman untuk eksistensi keberlanjutan pengembangan kampus,” pungkasnya.(*)

Berikan komentar