detikLGMInews – Pemerintah berencana menambah pintu masuk dan keluar untuk kapal Cruise. Hal itulah bertujuan dalam rangka meningkatkan sektor pariwisata Indonesia.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi mengungkapkan, penambahan pintu masuk dan keluar kapal Cruise ditambah dari 20 menjadi 93. Sementara itu untuk kapal Yacht tetap 20 titik.

“Sekarang sudah ada 20 titik entry dan exit yang sudah terhubung tinggal kalau ada tambahan tentu kita akan extend. Sedangkan, untuk yang cruise sudah ada 93 titik artinya posisii dirjen bea cukai sepenuhnya siap untuk bisa memberikan layanan atas pergerakan dari cruise maupun yacht,” ujarnya di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (23/7).

Di sisi lain, pihaknya juga sudah menerapkan registrasi online untuk entry dan exit point yang berlaku di seluruh Indonesia. Harapannya, hal itu semakin memberi kemudahan kepada kapal yacht maupun cruise yang memasuki wilayah Indonesia.

“Untuk meningkatkan pariwisata bahari bea cukai melaporkan kita sudah menerapkan registrasi secara online terkoneksi antara entry point dengan exit point itu berlaku seluruh Indonesia,” jelasnya.

“Kita kan apa sudah jadi entry misal di Aceh keluar di Papua sudah online jadi dia bergerak kemana pun kita sudah bisa layani,” tambahnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan dapat menarik minat wisatawan mancanegara. Sebab, semakin banyaknya akses keluar masuk kapal akan memberi kemudahan dalam berwisata.

“Pasti lebih menarik wisatawan karena kan dia bisa kalau entry point-nya semakin banyak pasti semakin mudah karena kan dia lebih banyak opsi baik entry maupun exit,” tandasnya.

(hap/JPC)

Berikan komentar