“Sebenarnya lebih kepada mengarah ke perayaan Vespa Sei Giorni ini. Karena dia punya cerita tersendiri di masanya,” kata Public Relation and Communication Manager Robby Gozal, saat ditemui detikLGMInews, di Pondok Indah Mall, Selasa (1/5).

Sei Giorni ini, lanjut Robby, memiliki pernah mengikuti ajang bergengsi di Italia pada tahun 1951. Ajang tersebut adalah six day enduro racing. “Dalam ajang tersebut kita mendapatkan gold medal. Nah untuk mengenang masa tersebut kita buatlah Vespa ini dengan cara edisi terbatas. Cara mengenang lainnya yaitu dengan membubuhkan angka 6 pada tampilan depan Vespa tersebut,” lanjut dia.

Meski tergolong mahal, Robby mengaku penjualan dalam hari pertama sudah ludes terjual. Selain karena faktor histori, juga karena ada faktor lain yang menyebabkan Vespa itu laris terjual. Sei Giorni yang tampil unik dengan nuansa racing. Terinspirasi dari kompetisi Sei Giorni Internazionale 1951, desain Vespa ini lekat dengan nuansa klasik khas Vespa. Elemen unik seperti “faro basso”, yaitu lampu depan yang diposisikan di bawah fender serta handlebar yang persis sama dengan versi asli Vespa Sei Giorni. Nuansa sporty juga diperkuat oleh penggunaan warna merah dan hitam di berbagai ornamen serta penyertaan livery angka enam di bagian depan dan samping motor. Varian ini ditawarkan seharga Rp 190.000.000,- (on the road Jakarta)

“Sebelum peluncuran para delaer sudah menawarkan kepada konsumen. Sehingga pas launching sudah tinggal kirim dan yang sekarang ini sudah laku terjual semua,” tukas Robby.

Motor dengan kapasitas 250cc ampai 300cc tersebut bukan tergolong motor racing. Robby menuturkan hanya tampilannya saja yang membuat Sei Giorni ini tampak seperti motor racing.

“Tidak ada tipe racing atau standar. Kalau tampilan seperti racing iya, karena touchnya yang berada pada pelek motor juga terlihat warna hitam, atau ada accesoris yang membuat dia terlihat seperti motor racing,” kata Robby.


(ipy/JPC)

Source link

Berikan komentar