SOLO – Mendekati Hari Raya Idul Fitri, sebanyak 3000 warga kurang mampu di Soloraya dan sejumlah panti asuhan mendapat shodaqoh beras kualitas terbaik dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara Republik Indonesia (Lapaan RI).

Kegiatan rutin tahunan tiap Ramadan tersebut, menyasar kepada berbagai golongan masyarakat seperti, tukang parkir, sopir, tukang sampah, pengayuh becak, pedagang sayur serta gelandangan dan pengemis, serta masyarakat marginal lainnya.

“Sengaja momentumnya kami laksanakan di akhir bulan Ramadan menjelang Idul Fitri. Ini (Ramadan) merupakan bulan yang penuh ampunan. Maka, kami ingin berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu agar bisa ikut merasakan kebahagiaan,”terang Ketua Lapaan RI, Kusumo Putro disela pembagian beras di pendopo Joglo Sriwedari, Solo, Rabu (13/6/2018).

Menurut Kusumo, Idul Fitri identik dengan rasa syukur setelah umat muslim menjalankan ibadah puasa sebulan penuh lamanya. Sebagai bagian dari masyarakat, LSM Lapaan RI menaruh kepedulian tinggi kepada masyarakat kurang mampu. Jangan sampai di hari raya ada yang bersedih, hanya karena tidak bisa makan.

“Total dalam kegiatan ini, sebanyak 11 ton beras yang kami bagikan dalam kemasan 3 kilogram. Termasuk untuk beberapa panti asuhan berupa, beras dan sembako. Di antaranya, Panti Asuhan Pamardiyoga, di Jalan Gajah Mada , Solo , Panti Asuhan Putri Aisyah Kerten serta Panti Asuhan Al Huda , Kartopuran, Solo,” kata Kusumo yang didampingi Sekjen Lapaan RI, Wisnu Pamungkas

Sedekah bila dimaknai secara sosial kata Kusumo, adalah wujud kepedulian untuk bisa meringankan beban hidup dari masyarakat yang kurang beruntung dari sisi ekonomi dan terpinggirkan dalam kehidupan sosial.

Belajar dari pengalaman. Dalam pendistribusian kali ini, antrian ribuan warga yang sebelumnya telah didata berlangsung dengan tertib. Kupon khusus telah dibagikan sebagai tanda pengambilan paket beras. Selain itu, pelaksanan pembagian beras juga dijaga puluhan aparat Kepolisian, TNI dan anggota Satgas dari LSM Lapaan RI.

“Penjagaan semata – mata agar jalannya kegiatan berjalan dengan aman dan warga yang mengantri bisa tertib tidak berdesak -desakan,”pungkas Kusumo.(*)

Berikan komentar