detikLGMInews – Gelar Rapat Koordinasi dengan PT Pindad Indonesia (Persero), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan minta BUMN produsen senjata itu untuk menambah produksi hingga 300 juta butir amunisi hingga 2019. Saat ini, produksi amunisi Pindad baru mencapai 197 juta butir per tahun.

Untuk bisa menambah produksi, Pindad harus membuat pabrik baru. Sedianya, kedatangan Direktur Utama Pindad Abraham Mose ke kantor Luhut adalah diminta untuk membuat proposal terkait pendanaan. Selain amunisi, ia juga menyampaikan perlu adanya penambahan produksi propelan.

Propelan adalah bahan kimia yang digunakan dalam produksi energi dan gas bertekanan yang digunakan untuk membuat gerakan fluida atau untuk menghasilkan propulsi kendaraan atau proyektil atau benda lain.

“Tadi belum sampai bicara kekurangan dana tapi buatlah proposal untuk kapasitas misalnya 200 juta butir per tahun untuk amunisi dan proplan bisa sampai 600-800 ton. (Caranya) bikin pabrik baru,” kata Abraham di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (10/7).

Adapun, tujuan penambahan kapasitas produksi amunisi dan propelan ini adalah untuk mengurangi impor. Abraham mengatakan saat ini kebutuhan yang masih diimpor adalah amunisi dan propelan.

“Untuk mandiri di amunisi berarti kita harus nambah kapasitas amunisi kita,” jelasnya.

(ce1/uji/JPC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here