Sabtu, 05 Agustus 2017 | 14:54 WIB

Justin Bieber. COSMOPOLITAN

DETIKLGMINEWS.CO, Jakarta – Batalnya konser Justin Bieber menjadi berita yang sangat mengejutkan bagi para Beliebers – sebutan untuk para penggemar setia Bieber. Akhir  Juli lalu, tanpa alasan yang jelas, Bieber membatalkan sisa tur dunia bertajuk “Purpose”. Dia hanya menjelaskan bahwa konser tersebut harus dibatalkan “karena situasi tak terduga”.

Baca: Mobil Justin Bieber Tak Sengaja Menabrak Seorang Fotografer Sepuh

Saat dimintai keterangan oleh TMZ, Bieber tidak dapat menjelaskan mengapa dirinya membatalkan sisa konser dunianya tersebut. Namun, Rabu, 2 Agustus 2017 lalu, Bieber menggunggah sebuah pernyataan yang cukup panjang melalui akun Instagramnya.

Jika kebanyakan selebriti menggunakan aplikasi Notes untuk memberikan penjelasan resmi pada para penggemarnya, Bieber memutuskan untuk menuliskan permintaan maaf menggunakan komputer kemudian memfotonya.

Bieber memulai pernyataannya tersebut dengan mengatakan bahwa dia amat bersyukur memiliki penggemar yang senantiasa mendukung dirinya saat senang maupun sulit.

Tumbuh dan terus berkembang ternyata tidak semudah itu namun mengingat aku tidak sendiri, hal tersebutlah yang membuatku terus berusaha. Aku membiarkan rasa tidak percaya diri menghantui hidupku selama ini, aku membiarkan patah hati yang aku rasakan mendikte perilaku yang aku lakukan pada orang-orang disekitar! Aku membiarkan rasa isi dan takut menghantui hidupku!!!!” tulis Bieber.

Bieber kemudian menjelaskan alasannya memutuskan untuk tidak melanjutkan sisa tur dunianya tersebut, yakni masalah kesehatan.

Yang dapat aku katakan saat ini adalah aku ingin hidup lebih lama. Aku ingin karierku bertahan lama, begtu pula dengan pikiran, hati dan jiwaku. Dengan begitu aku dapat menjadi laki-laki yang aku inginkan, seorang suami dan ayah di kemudian hari,” tulis Bieber.

Justin Bieber mengakhiri pernyataannya tersebut dengan mengakui adanya kesalahan tata bahasa dalam pesan yang disampaikannya tersebut, namun ia mengatakan tidak masalah sebab, “ketidaksempurnaan merupakan hal istimewa.

COSMOPOLITAN | ESKANISA RAMADIANI

Berikan komentar