detikLGMInews – Pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) berencana memanfaatkan dana asing (offshore) untuk membeli saham PT Freeport Indonesia. Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin memastikan keseluruhan dana yang digunakan berasal dari utang bukan internal. Utangnya pun berasal dari bank luar negeri bukan bank BUMN.

“Soalnya bank BUMN diminta pemerintah kalau bisa jangan (ikut) dulu supaya gak menekan neraca pembayaran. Kalau uangnya dari dalam negeri kan menekan neraca pembayaran. Supaya kursnya juga nnggak kena (pengaruh),” kata Budi di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (23/7).

Sementara itu, Direktur Keuangan Inalum Orias Petrus Moerdak menuturkan seperti diketahui pendapatan yang diperoleh Freeport melalui ekspor adalah dolar sehingga akan lebih mudah apabila melakukan pinjaman dalam bentuk dolar juga.

Yang pasti, Inalum akan mencari pinjaman dari luar negeri dengan bunga serendah mungkin. Dalam hal ini skema pinjaman yang digunakan adalah melalui sindikasi. Orias mengatakan ada beberapa bank yang kemungkinan jumlahnya mencapai 11 bank yang akan memberikan pinjaman.

“(Dengan sindikasi) walaupun banknya banyak tetapi bunganya sama dan satu terms,” ujarnya.

Besaran pinjamanannya pun beragam, tergantung kekuatan masing-masing kreditur. Orias optimis dalam waktu dekat dana pinjaman bisa diperoleh mengingat prospektifnya bisnis yang akan diambil oleh Inalum.

“Kalau kurang (duitnya) enggak terjadi, kamu punya barang 4 miliar dolar ebitdanya semua orang juga mau, ini kan (Freeport) barang bagus,” tuturnya.

(uji/JPC)

Berikan komentar