Dihadiri Mantan Jenderal, Ikebana RI Peringati 52 Tahun Lahirnya Supersemar.

Nasional

SOLO- Mengingatkan kembali pentingnya makna sejarah dibalik terbitnya Supersemar 52 tahun silam, keluarga besar Ikatan Kebangsaan dan Bela Negara (Ikebana) menggelar ziarah ke makam mantan Presiden RI ke-2, Soeharto di Astana Giri Bangun, Karanganyar dan makam KGPAA Mangkunegara VI di Astana Utara Nayu, Solo.

Acara yang juga diikuti beberapa purnawirawan Jenderal diantaranya mantan KSAD Purnawirawan Jenderal, Goerge Toissuta tersebut berlangsung secara marathon, diakhiri dengan memberi santunan kepada anak – anak dari keluarga tidak mampu di Ndalem Prawit, Nusukan, Kecamatan Banjarsari.

Ketua Umum Ikebana RI, Eko Sriyanto Galgendu saat ditemui, Selasa (13/3/2018) menjelaskan, ziarah Supersemar salah satunya memiliki makna pentingnya mengingat amanat rakyat yang harus di junjung tinggi.

“Ziarah Supersemar kali ini adalah prosesi agung Bodronoyo (Semar) maneges. Sebuah tradisi untuk masyarakat dan pemimpin agar membuka diri, memulai perubahan dengan hati tulus ihklas mengabdi kepada bangsa dan negara,” urainya

Eko pun menepis jika kegiatan yang telah dilakukannya tepat pada tanggal lahirnya Supersemar, Minggu (11/3/2018) kemaren dikaitkan dengan agenda politik. Menurutnya, ini di lakukan murni dalam rangka memperingati Supersemar.

“Kami juga memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia senantiasa di beri keutuhan dan keselamatan,” jelasnya.

Kesetian kepada bangsa dan negara adalah kewajiban kita semua sebagai anak bangsa imbuh Eko. Kesetiaan dan kecintaan adalah kunci persatuan menjaga keutuhan NKRI.

“Selain itu kesetian juga sebagai dasar pembawa perubahan bagi kesejahteraan bangsa dan negara,”tandasnya

Dalam rangkaian prosesi agung Bodronoyo ini, tak ketinggalan figur tokoh Semar berupa wayang kulit setinggi tujuh meter juga disertakan untuk dikirab sebagai perlambang sosok sang pamomong. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *