SUKOHARJO – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng mengevakuasi 2 ekor buaya peliharaan warga di Sukoharjo dari dua tempat yang berbeda, Selasa (24/4/2018)

Evakuasi dilakukan berdasarkan laporan warga yang merasa was-was atas keberadaan buaya yang dipelihara ditengah pemukiman masyarakat. Mereka khawatir jika makin besar akan membuat celaka..

Dua ekor buaya ini diketahui telah dipelihara oleh masing – masing pemiliknya sejak masih kecil dengan panjang awal sekira 70 sentimeter.

Buaya pertama yang dievakuasi merupakan peliharaan warga Dukuh Jagang, Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban. Tim BKSDA Jateng dibantu 3 orang pawang buaya dari Solo Zoo serta Polisi, tak sampai satu jam sudah dapat melumpuhkan buaya dengan panjang sekira 2.5 meter ini.

Kristanto (53) pemelihara buaya, yang juga merupakan warga setempat mengatakan, pemilik buaya yang sebenarnya adalah mantan majikannya. Namun karena saat ini tak mampu lagi merawat akhirnya sejak 3 tahun lalu, perawatan buaya diserahkan padanya.

“Itu buaya Pak Kuncoro tinggalnya di Kampung Sewu, Jebres, Solo. Sekarang dia sakit stroke. Maka buaya saya yang memeliharanya.”sebutnya.

Hingga kini, buaya muara yang dibeli di Pasar Depok Solo, sejak 6 tahun silam ini telah tumbuh besar dengan panjang sekira 2,5 meter dan berjenis kelamin betina

“Dulu masih kecil, panjangnya baru sekira 70 sentimeter. Pak Kuncoro itu hobinya memang senang memelihara hewan yang aneh – aneh.”ungkapnya.

Oleh Kristanto, kandang buaya diletakkan di pinggir Sungai Bengawan Solo tak jauh dari rumahnya. Mengingat kandangnya hanya berpagar seng setinggi 1,5 meter serta bertiang bambu lapuk, warga pun mulai was – was.

“Awalnya mau disembelih warga tapi nggak jadi karena kasihan. Akhirnya kami melapor ke Kecamatan yang diteruskan ke BKSDA Jateng dan Polsek Mojolaban.” katanya

Sedangkan evakuasi buaya kedua, Tim BKSDA Jateng mendatangi rumah warga bernama Beni Setiawan di Desa Kagokan, Kecamatan Gatak. Dari tempat ini tanpa kesulitan yang berarti buaya yang belum terlalu besar dengan panjang sekira 1,85 meter langsung dapat dievakuasi.

Buaya yang juga berjenis kelamin betina ini lebih kecil ukurannya dibanding yang pertama. Umurnya diperkirakan sekira 4 tahun dan merupakan buaya asal Papua

Ketua Tim evakuasi dari BKDSA Jateng Bidang Pengendali Ekosistem Hutan, Agung Budi Riyanto mengatakan, kedua buaya selanjutnya akan dibawa ke tempat penangkaran di Kali Banteng Banyumas.

“Setelah dari sini, buaya langsung dibawa kesana (Penangkaran). Itu merupakan satu – satunya tempat penangkaran buaya di Jawa Tengah.”sebutnya

Mengingat memelihara binatang yang dilindungi Undang-Undang merupakan sebuah pelanggaran, Agung menghimbau, kepada masyarakat luas agar tak sembarangan memelihara.

“Pelanggaran terhadap perlindungan binatang langka ini dapat dikenai sanksi pidana maupun denda.” pungkasnya (*)

Berikan komentar